Tampilkan postingan dengan label Apple. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Apple. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 September 2016

Apple Kenalkan Tas Pintarnya

Beberapa hari lalu, dalam sebuah program talk show Conan di stasiun televisi TBS, Apple memperkenalkan sebuah perangkat anyarnya. Apple mengumumkan AirBag sebagai tas belanja pintar anyar yang akan segera hadir di toko resmi Apple.
“Terimakasih atas teknologi tas terkini dan chip W1 milik Apple. Apple memiliki sebuah teknologi moderen dalam perangkat tas terpintar di dunia,” sebut Apple dalam program tersebut, dikutip GSM Arena, Senin (26/9).
AirBag memiliki fitur sensor Intelligence Reality (IR), yang secara otomatis akan mendeteksi kelembaban, berat, dan kepenuhan, serta dapat melakukan transmisi statusnya ke iPhone pengguna. Baterai AirBag diklaim memiliki kekuatan angkut selama tiga jam, atau setara dengan kekuatan lima jam baterai AirPods.
Kapasitas berat AirBag sebesar 5 pon atau 2,5 kilogram angkutan, sedangkan kapasitas AirBag Plus sebesar 10 pon atau 5 kilogram kekuatan angkut.

Kamis, 29 September 2016

Apple Luncurkan iOS 10 Versi Beta 2

Apple kini mengeluarkan publik beta 2 dari iOS 10 dan sistem operasi MacOS Sierra.
Semua Mac, iPhone dan iPad yang kompatibel dapat menginstal sistem operasi tersebut.
iOS 10 public beta 2 memiliki ukuran 311MB OTA, dan siapa saja yang telah mendaftar untuk program open beta Apple dapat menginstal sistem operasi tersebut.
Hal yang sama juga berlaku untuk MacOS Sierra yang telah tersedia di App Store.
Para pengembang juga mendapatkan beta 3 untuk iOS dan MacOS Sierra awal pekan ini. Versi final dari kedua sistem operasi tersebut akan dirilis pada musim gugur ini, demikianGSM Arena Senin (25/7).

Apple Vs Spotify Semakin Memanas

Tahun ini boleh dibilang sebagai tahun “panas” bagi Apple. Setelah bersiteru panjang dengan FBO, perusahaan kini tengah “bertempur” dengan Spotify.
Beberapa waktu lalu muncul surat yang diklaim dari Spotify menuduh Apple anti bersaing melalui kebijakan App Store dan menahan update Spotify. Langkah itu dianggap untuk mengedepankan Apple Music.
Surat tersebut kini direspon Apple dengan komentar pedasnya. Pengacara Apple Bruce Sewell telah mengeluarkan respon tiga halaman untuk Spotify (via Buzzfeed). Ia menuduh Spotify membuat rumor dan hanya sebagian dari pernyataannya soal layanan Apple yang benar.
“Tidak ada keraguan bahwa Spotify sangat diuntungkan hubungannya dengan Apple App Store, sejak bergabung dengan App Store pada tahun 2009. Fakta bahwa kita bersaing tidak pernah dipengaruhi bagaimana Apple memperlakukan Spotify atau pesaing sukses lain seperti Google Play Music, Tidal, Amazon Music, Pandora atau berbagai aplikasi lain pada App Store yang mendistribusikan musik digital,” ucapnya seperti dilansir dari 9to5Mac, Minggu (3/7/2016), Surat tersebut selanjutnya mengumumkan perubahan kebijakan terkait rincian pendapatan App Store yang bergeser dari 70/30 ke 85/15. Dengan lebih mendukung pengembang jika sebuah aplikasi mempertahankan berlangganan selama setahun penuh, maka detail masalah pembaruan aplikasi surat Spotify disebut sebagai masalah.

“Fitur yang ada hanya untuk menghindari membayar Apple karena telah digunakan dari App Store dengan mengirim email pelanggan, dalam beberapa jam mengarahkan mereka untuk berlangganan Spotify di situsnya,” ucap Sewell.
Jadi isu pembaruan aplikasi terkait dengan Spotify meminta email pengguna menarik pengguna, dianggap Apple sebagai cara menghindari sistem pembelian aplikasi.
“Selama sejumlah diskusi antara tim kami dan Spotify, kami menjelaskan mengapa fitur sign-up ini tidak sesuai dengan pedoman kami dan meminta Anda mengirim ulang aplikasi versi compliant. Tapi aplikasi Spotify menolak karena berusaha menghindari aturan pembelian aplikasi,” terangnya.
Tampaknya, perdebatan ini akan berlangsung panjang. Pasalnya, kedua belah pihak merasa benar dan telah sesuai menjalankan prosedur.

 Sumber : Suara.com